Tips budidaya cabe rawit yang baik dan benar

Budidaya cabe rawit
Budidaya cabe rawit memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dan menjadi peluang usaha yang menjanjikan jika dilakukan secara sungguh-sungguh. Bayangkan saja 1 hektar lahan cabe rawit mampu menghasilkan 8 ton buah cabe. Cabe rawit bisa ditanam di dataran tinggi atau dataran rendah dan sangat cocok ditanam di dataran tinggi yaitu pada ketinggian 0,5 -1.250 m dpl.
Beberapa varietas cabe rawit yaitu :
  1. cengek leutik: buah lebih kecil, berwarna hijau, berdiri tegak pada tangkainya.
  2. cengek domba : buah lebih besar, buah muda berwarna putih, berwarna jingga jika sudah tua.
  3. ceplik : buah besar, buah muda berwarna hijau dan berwarna merah setelah tua.
Berikut ini Varietes cabe rawit yang sering dibudidayakan  :
  1. Cabe kecil atau cabe jemprit buahnya kecil dan pendek , lebih pedas dibandingkan Jenis cabe lainnya.
  2. Cabe putih atau cabe domba buahnya lebihbesar dari cabe jemprit atau cabe celepik , dan rasanya kurang enak.
  3. cabe celepik buahnya lebih besar dari pada cabe jemprit dan lebih kecil dari cabe domba. Rasanya tidak sepedas cabe jemprit . sewakti muda berwarna hijau setelah masak berwarna merah cerah .
Hal yang harus diperhatikan jika anda ingin membudidayakan cabe rawit :
  1. Keadaan Tanah : Tanah berstruktur remah/ gembur dan kaya akan bahan organik, Derajat keasaman (PH) tanah antara 5,5 - 7,0, Tanah tidak becek/ ada genangan air,  Lahan pertanaman terbuka atau tidak ada naungan.
  2. Iklim : Curah hujan berkisar 1500-2500 mm pertahun dengan distribusi merata. Suhu udara 16° - 32 ° C .
  3. Saat pembungaan sampai dengan saat pemasakan buah, keadaan sinar matahari cukup (10 - 12 jam).
Teknik Budidaya
  1. Persemaian                                                                                                                        Kebutuhan benih setiap hektar pertanaman adalah 150 - 300 gram dengan daya tumbuh lebih dari 90 %. Siapkan media semai dari tanah, pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1 yang dibuat bedengan setinggi ± 20 cm, lebar ± 1 m dan panjang 3-5 m. Sebar benih secara merata atau ditebar dalam garikan dengan jarak antar garitan 5 cm dan ditutup tanah tipis-tipis lalu disiram. Setelah bibit berumur 10 hari, maka dilakukan pengkokeran, dengan menggunakan daun pisang, daun kelapa dan kantung plastik. Sekitar lima hari sebelum bibit dipindahkan naungan pada persemaian dibuka atau dikurangi supaya bibit terbiasa kena sinar matahari.
  2. Pengolahan Tanah                                                                                                                        Satu minggu sebelum tanam lahan sudah siap, meliputi pencangkulan/bajak dan pembuatan bedengan.Ukuran bedengan tinggi ± 30 cm, lebar 1-1,5 m dan panjang sesuai kebutuhan petakan dengan j arak antar bedengan + 30 cm. Berikan pupuk kandang dengan dosis 20-30 ton/ ha.
  3. Penanamam                                                                                                                                   Bibit dipindahkan pada umur 28-35 hari setelah semai dengan daun 5 – 7 helai, besarnya seragam, dengan posisi tegak, penyiraman dilakukan 2 hari sekali bila tidak ada hujan.
  4. Pemupukan                                                                                                                         Diberikan dengan dosis dan aplikasi sebagai berikut: Pupuk kandang 20 ton / ha, siangi seminggu sebelum tanam. Urea 150 kg/ ha, umur 3,6,9 minggu setelah tanam dengan dosis 1/3 setiap aplikasi, ZA 400 kg/ ha. Umur 3,6,9 minggu setelah tanam dengan dosis 1/3 setiap aplikasi, TSP - 36 : 150 kg/ ha, aplikasi seminggu sebelum tanam, KCL :100 kg/ ha, umur 3,6,9 minggu setelah tanam dengan dosis 1/3 setiap aplikasi. Bila dipergunakan mulsa dari plastik dapat dipasang setelah dilakukan pemupukan pupuk kandang den bile dipergunakan mulsa dari limbah tanaman seperti dang-slang den sisa-sisa tanaman dapat diberikan setelah penanaman bibit.
  5. Pemeliharan                                                                                                                           Lakukan penyulaman, pemasangan ajir pada saat penanaman atau setelah tanaman setinggi 30 s/d 50 cm dan langsung diikat, panjang ajir + 1,5 m.Pengendalian Hama dan Penyakit.
    Hama dan penyakit
    • Kutu, daun persik,  penanggulangan : menggunakan Curacron , Tohuthion.
    • Ulat Grayak, penanggulangan : menggunakan Methrin, Dimilin dan Atabron.
    • Hama Trips, penanggulangan : menggunakan Nogos, Nuracran, Malathion
    • Bercak Daun, Busuk Batang dan Busuk Buah : digunakan Antracol, Dithane, M-45, Cupapit, Dipolatan AF
      .
  6. Panen                                                                                                                                        Panenlah cabai, bila cabe warna buahnya lebih dari 60 % (Warna buah masih belang hitam).Pemanenan dapat dilakukan setiap 3-5 hari sekali secara terus menerus sampai tanaman tidak menghasilkan. Sewaktu panen sertakan tangkai buahnya, lakukan secara selektif dan hati – hati agar bunga, buah agar batang tidak rontok/ rusak.
Sampai disini artikel tentang Tips budidaya cabe rawit yang baik dan benar. Semoga artikel ini bermanfaat.
Artikel ditulis oleh : Zulkarnain Bone Bolango

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Tips budidaya cabe rawit yang baik dan benar
Ditulis oleh zuwai
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://caraku-budidaya.blogspot.com/2014/01/tips-budidaya-cabe-rawit-yang-baik-dan.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.
Share :

2 komentar:

ace maxs mengatakan...

mantap dah artikelnya kawan
http://acemaxs31.com

Sam Muh mengatakan...

Saya membuat rencana untuk menanam cabe rawit, terimakasih banyak atas segala info yang bermanfaat.!